A. Latar Belakang
Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) masuk menjadi 5 kampus terbaik versi Webometrics periode Januari 2020. Hal ini jelas menjadi sebuah kebanggaan bagi warga UNS yang mana semuanya turut berpartisipasi dalam terwujudnya prestasi tersebut. Rektor UNS, Profesor Jamal Wiwoho mengatakan bahwa, lembaga Webometrics yang mana berasal dari Spanyol ini, telah melakukan pemeringkatan universitas terbaik di seluruh dunia yang telah tergolong ke dalam World Class University (WCU). Lembaga ini mendasari penilaian dengan meninjau website univeritas yang akan dimasukkan ke dalam pemeringkatan. Sejauh ini Website UNS telah tersusun dan tertata sangat rapi dan apik sehingga tidak heran jika UNS masuk menjadi 5 kampus terbaik versi Webometrics (Sesuai dengan artikel yang saya bahas di https://uns.ac.id/id/uns-update/uns-masuk-5-kampus-terbaik-versi-webometric.html). Namun, hal ini juga membingungkan beberapa orang. Pasalnya masih ada beberapa website milik fakultas di UNS yang belum diperbaharui (tidak up to date). Permasalahan tidak hanya sampai di situ saja, kali ini mahasiswa baru angkatan 2019 diwajibkan untuk menulis sebuah review artikel yang berada di website UNS maupun di website fakultas yang berada di UNS dan jika tidak dilaksanakan, maka mahasiswa tidak akan diperkenankan untuk melakukan registrasi ulang sehingga dikenai sanksi nol SKS untuk satu semester ke depan. Hal ini menjadi masalah karena dengan tidak diperbaharuinya beberapa website milik UNS, mahasiswa tidak bisa menuliskan review yang tepat dan faktual. Lalu bagaimanakah langkah yang seharusnya diambil UNS sebagai 5 kampus terbaik versi Webometrics untuk permasalahan yang sedang terjadi sekarang ini? Apakah UNS harus tetap mewajibkan mahasiswanya untuk menulis sebuah review tidak faktual sembari menahan hak mahasiswa untuk melakukan registrasi ulang yang padahal UKT (Uang Kuliah Tunggal) sudah dibayarkan?
B. Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan artikel ini adalah menganalisis kekurangan website UNS serta memberikan sudut pandang sebagai mahasiswa guna kemajuan UNS sebagai urutan ke 5 kampus terbaik versi Webometrics periode Januari 2020
C. Pembahasan
"Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho mengatakan, Webometrics merupakan lembaga pemeringkatan internasional asal Spanyol yang melakukan rilis peringkat universitas terbaik di seluruh dunia yang tergolong dalam World Class University (WCU). Lembaga ini menilai kemajuan sebuah universitas berdasarkan websitenya. Pertimbangan lainnya juga berdasarkan berbagai kegiatan ilmiah yang ditopang oleh proses terwujudnya tri dharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dengan penguatan tatakelola infrastruktur yang terintegrasi dalam kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal ini dapat dilihat dari suasana akademik yang sehat, manajamen tatakelola institusional yang baik, serta mutu mahasiswa yang berprestasi" (kutipan dalam artikel yang saya bahas). Dari artikel tersebut dikatakan bahwa terlihatnya suasana akademik yang sehat serta mutu mahasiswa yang berprestasi. Menurut pemikiran saya, hal ini bertabrakan. Memang benar, UNS menciptakan mahasiswa yang berprestasi, prestasi tersebut tentunya merupakan prestasi dalam bidang kejujuran yang mana juga diperlukan dalam penyusunan artikel seperti review ini secara faktual. Namun, suasana akademik yang sehat tidak sepenuhnya benar terbukti. Pasalnya mahasiswa angkatan 2019 diwajibkan menuliskan review sebuah artikel di website milik UNS yang mana banyak isi dari website tersebut belum diperbaharui. Jika harus mereview sebuah journal pun, mahasiswa angkatan 2019 yang mana kita ketahui adalah mahasiswa baru, kurang memiliki kemampuan untuk mengerti benar pembahasan dalam journal yang disimpan dalam website milik UNS tersebut, akhirnya mahasiswa hanya akan melakukan review asal-asalan yang mana tidak sesuai lagi dengan isi artikel yang saya bahas yaitu "...mutu mahasiswa yang berprestasi." Terakhir jika artikel-artikel berbobot serta journal tidak bisa direview, akhirnya mahasiswa yang memilih untuk tetap memberikan review secara real dan faktual, hanya akan memberikan review terhadap artikel ringan yang ada di website UNS. Jika akhirnya seperti itu, maka prestasi mahasiswa UNS terkesan tidak nampak dan mutu mahasiswa berprestasi seperti yang tertulis di artikel yang saya bahas ini tidak terbukti sepenuhnya.
Dalam artikel yang saya bahas ini tertera kalimat "...suasana akademik yang sehat." Namun sangat disayangkan, sekali lagi hal ini kurang terbukti. Pasalnya mahasiswa angkatan 2019 yang telah membayar UKT namun belum melakukan membuat review artikel, tidak diperkenankan untuk melakukan registrasi ulang. Hal itu diperburuk dengan pemberian sanksi kepada mahasiswa berupa nol SKS untuk satu semester ke depan. Sedangkan, waktu pemberian tugas review dibebankan hanya kurang beberapa hari dari batas akhir registrasi ulang dan pembayaran UKT sehingga memaksakan mahasiswa baru dalam tempo waktu yang singkat melakukan review terhadap artikel atau journal di website UNS. Menurut pemikiran saya, hal ini bukan lah suasana akademik yang sehat, mengingat mahasiswa angkatan 2019 sudah melakukan pembayaran UKT namun haknya masih ditahan oleh pihak UNS. Apakah permasalahan-permasalahan di atas masih menjadikan UNS pantas menyandang gelar sebagai urutan ke 5 universitas terbaik sesuai dengan artikel yang saya bahas? Seharusnya hal-hal yang saya sebutkan di atas tidak boleh terjadi. Seharusnya mahasiswa angkatan 2019, sebagai mahasiswa baru, diberikan pembekalan lebih dan info yang jelas dalam pemberian kewajiban review artikel yang ada di website UNS. Jika hal tersebut dilakukan, maka akan ada banyak waktu dan kesempatan untuk mahasiswa berpikir mengenai apa yang akan mereka tulis serta memperkecil kemungkinan mahasiwa yang akan melakukan review secara asal-asalan. Pada akhirnya, artikel yang saya bahas ini akan terbukti 100% benar dan UNS akan semakin pantas menyandang gelar sebagai urutan ke 5 universitas terbaik atau bahkan urutan pertama sebagai universitas terbaik.
D. Kesimpulan
Sebagai penyandang gelar urutan ke 5 universitas terbaik, UNS seharusnya lebih meningkatkan lagi kualitas dari artikel yang berada di website universitas. Pentingnya untuk selalu melakukan update baik terhadap artikel yang sudah ada di website maupun update terhadap segala kebijakan terhadap mahasiswa secara tertulis ikut membantu meningkatkan kualitas universitas dan mahasiswanya menjadi lebih baik. Sehingga tidak menutup kemungkinan, bukan hanya menjadi peringkat ke 5 saja, namun UNS juga akan mampu menyandang peringkat pertama sebagai universitas terbaik di Indonesia untuk masa mendatang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar